CERPEN MALAM MINGGU
Sebelum kalian membaca cerpen ini, saya sebagai penulis meminta satu hal kepada kalian para pembaca untuk “Memikirkan satu hal yang kalian inginkan pada malam minggu ini. Gunakan perasaan dan imajinasi kalian untuk meraih keinginan yang ada didalam hati kalian.”!
Mungkin ini sepele bagi kalian, tapi penulis harap kalian lakukan hal tersebut sebelum membaca tulisan dibawah ini. Itu akan membantu kalian untuk berimajinasi dan meningkatkan minat kalian untuk membaca tulisan dibawah ini. Karena penulis tidak mendeskripsikan tokoh pemuda dan tokoh perempuan dalam cerita saya. Deskripsikan sesuai dengan imajinasi kalian, dengan perasaan kalian. Bila sudah, kalian bisa langsung membaca cerita dibawah ini. Siapppp ?
Kisah ini bermula pada tanggal 21 Januari. Kisah yang terjadi hanya sekitar 2 jam didalam jam pelajaran. Seorang pemuda yang satu kelas dengan seorang perempuan, lalu dia merasakan gejala yang aneh yang tak biasa di alaminya saat dekat dengan tokoh perempuan. Saat itu di dalam kelas seorang guru dari tokoh pemuda dan perempuan memberikan pelajaran tentang “Procedure text”. Sang guru meminta kepada muridnya untuk menjelaskan semua jenis langkah-langkah, bisa langkah dalam membuat mie instan, teh celup, membuat kopi dan sebagainya. Tokoh pemuda memikirkan apa yang di jelaskan untuk tugas yang diberikan oleh gurunya. Dan dia juga memikirkan bagaimana menyatakan cinta kepada tokoh perempuan. Lalu, teman sekelas dari tokoh pemuda dan juga tokoh perempuan ada yang maju dengan siap untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh gurunya. Dia menjelaskan langkah-langkah bagaimana mendapatkan nomer gebetan dengan mudah. Di dalam penjelasannya, jika ingin mendapatkan nomer cewek gebetan, kita sebagai cowok harus berpura-pura kehilangan handphone. Kemudian kita pura-pura panik didepan gebetan dan meminta izin untuk pinjam hp gebetan. Lalu kita gunakan untuk misedcall nomer kita. Tugas dari sang guru terselesaikan dengan simpel dan mendapatkan nilai yang bagus, karena sang guru menilai bukan sekedar dari konten yang dijelaskan, tapi juga bagaimana penyampaian si murid dan respon dari teman sekelasnya. Meskipun jadi bahan tertawaan teman sekelasnya, yang dia jelaskan dengan simpel berhasil menarik perhatian sekitar 90% dari teman sekelasnya termasuk tokoh pemuda. Tokoh pemuda berkata didalam batinnya, “Hebat! Tugas yang antimainstream dan jadi bahan tertawaan bisa mendapat nilai yang sangat bagus dari sang guru. Apakah aku juga bisa?”. Guru didalam kelas tersebut bertanya kepada muridnya, “siapa yang maju selanjutnya?”. Dua menit berlalu dengan kondisi kelas pasif, semua murid didalam kelas tersebut hanya diam karna masih menyiapkan bahan untuk tugas sang guru. Kemudian tokoh pemuda maju di depan kelas untuk menyampaikan tugas yang diberikan oleh sang guru.
Sesampai di depan kelas, tokoh pemuda berdiri diam di samping sang guru. “Baik, langkah apa yang akan kamu jelaskan kepada teman kamu?” Tanya guru kepada tokoh pemuda. “Aku berdiri di depan teman sekelas tanpa persiapan untuk tugas Pak Guru. Tapi langkah kakiku berani melangkah didepan kelas. Jadi saya tidak bisa lagi mundur. Saya harus tetap melanjutkan apa yang sudah menjadi tugas saya.” Jawab tokoh pemuda. Dia diam sekitar 35 detik. Lalu dia berkata “saya akan menjelaskan kepada teman-teman bagaimana mendapatkan seorang kekasih didalam hidup kita. Saya akan menjelaskan sebuah langkah yang belum pernah sekalipun kulakukan didalam hidup saya”. Semua teman sekelasnya diam dan memperhatikan apa yang akan disampaikan oleh tokoh pemuda. “boleh saya minta alat bantu Pak?” Tanya tokoh pemuda kepada gurunya. “tentu saja boleh, silahkan!” jawab sang guru. “baik, terimakasih Pak atas kesempatannya”. Lalu tokoh pemuda memanggil tokoh perempuan untuk maju didepan kelas disamping tokoh pemuda. “loh, kenapa saya?” Tanya tokoh perempuan kepada tokoh pemuda. “sudah maju saja disini” jawab tokoh pemuda. Tokoh perempuanpun akhirnya mau maju didepan kelas. “Sekarang apa?” Tanya tokoh perempuan kepada tokoh pemuda. Tokoh pemuda langsung menatap mata tokoh perempuan. “Maukah kau jadi kekasihku?” Tanya tokoh pemuda. “Haaaahhh …. Yang benar saja!” jawab tokoh perempuan. Kemudian tokoh pemuda menekuk sebelah kakinya dengan posisi setengah simpuh setengah berdiri (posisi seperti seorang lelaki yang akan melamar kekasihnya). “Akan aku lakukan apapun untuk mendapatkan permata terindah sepertimu!” kata tokoh pemuda. “Apa sih yang kamu lakukan ini?” Tanya tokoh perempuan. Tokoh perempuan mulai panik, malu, dan deg-degan karena semua teman sekelasnya memperhatikannya. Terlihat sang guru tersenyum melihat kejadian dengan situasi remaja. Karena belum mendapatkan jawaban iya dari gadis yang dicintai, tokoh pemuda menekuk lagi sebelah kakinya sehingga posisi pemuda tersebut berdiri dengan setengah kaki didepan tokoh perempuan. Lalu tokoh pemuda bersujud “Bahkan wajah dikepalaku ini tunduk akan kecantikan dirimu” kata tokoh pemuda kepada tokoh perempuan. Tokoh perempuan hanya diam mendengarkan kata dari tokoh pemuda tersebut. Dia hanya terkejut dan hanya berdiri diam melihat kebawah, melihat yang dilakukan tokoh pemuda. Kejadian hening beberapa detik. Kemudian tokoh pemuda berdiri lagi, lalu dia memegang tangan kanan tokoh perempuan,. Dia letakkan tangan kanan tokoh perempuan tepat didada sebelah kiri tokoh pemuda. “Dengarkan ini … rasakanlah ini … detak jantungku ini berdetak dengan cepat seakan memanggil namamu. Detak jantungku yang cepat ini, seakan simbol dari ketakutanku untuk masuk didalam dunia cinta. Masuk didalam aturan cinta. Dan masuk didalam dimensi yang tak pernah bisa dimengerti oleh seribu bahasa …. Maafkan aku, aku melakukan ini karena aku sedang sakit. Sakit yang tak bisa dipahami oleh ilmu kedokteran. Detak jantungku inilah sebagian gejalanya. Kebahagiaan yang datang bila didekatmu, tersenyum membayangkan wajahmu dan merasa berarti bila dicintai olehmu adalah gejala sakit yang aku derita. Maafkan aku … aku hanya seorang yang sedang sakit, yang sedang berusaha mencari obatnya” kata tokoh pemuda dengan menatap mata tokoh perempuan dengan penuh harap. Tokoh perempuan semakin deg-degan. Hatinya kacau. Dia terlihat dipaksa oleh sesuatu untuk memberikan jawaban. Namun dia juga senang, merasa dicintai oleh tokoh pemuda, merasa menjadi yang terbaik karena diperjuangkan begitu besar. Kemudian tangan kanan tokoh pemuda memegang tangan kiri tokoh perempuan. Dia angkat tangan kiri tokoh perempuan hingga disamping pipi kanan tokoh pemuda. Semua teman sekelasnya bingung dengan apa yang dilakukan oleh tokoh pemuda, termasuk sang guru. “Tamparlah pipi ini dengan tanganmu ini, … tampar dengan keras, bila tidak ada sedikit rasa cinta untukku. Tampar dengan keras hingga aku terbangun … terbangun dari mimpi untuk mendapatkanmu … dan biarkan mimpi ini menguburku didalam dunia yang gelap, dunia tanpa arti, dunia yang kosong, dunia yang hanya penuh dengan kenangan ilusi” ucap tokoh pemuda kepada tokoh perempuan. Semua orang didalam kelas hanya diam dan penuh tanya. Menanti akhir dari cerita cinta, menanti akhir sebuah cerita tanpa subtitle. Lalu wajah tokoh pemuda mendekat kewajah perempuan perlahan lahan. Tokoh perempuan terkejut, bertanya-tanya, deg-degan dan panik. Tapi dia hanya diam, semua tubuhnya kaku, tangan kirinya yang siap menampar wajah tokoh pemuda pun ikut kaku. Dia hanya terpaku dan rela dengan apa yang akan terjadi 45 detik yang akan datang. Dan diapun menutup matanya, tubuhnya bergetaran, dan keringat basah keluar. Sebagian teman sekelasnya yang cowok mulai tersenyum semangat melihat sebuah kisah yang nyata didepan mata, sebuah adegan yang akan tanpa sensor, dan sebuah adegan yang membuat gejolak cinta mereka naik. Sedangkan sebagian teman sekelas yang cewek ada yang ikut tersenyum dan antusias menikmati acara tanpa harus membayar tiket, dan ada juga yang setengah malu dan menutup mata mereka. Dan dari sudut pandang berbeda, sang guru melihat apa yang akan dilakukan kedua muridnya yang didepan kelas, dia mau menegur tapi ragu. Dia masih berpikir positif terhadap tokoh pemuda. Kembali ke sudut pandang tokoh. Wajah tokoh pemuda semakin dekat menuju bibir tokoh perempuan. Lalu, tokoh pemuda berbisik ditelinga tokoh perempuan "Terimakasih tidak menamparku. Terimaksih sudah tidak menolakku. Malam minggu aku akan datang kerumahmu sebagai pacar kamu. Dan juga …. Terimakasih atas antusias dan perhatian para pembaca dan pengunjung setia blog saya. Saya Tofik Wahyu Dharmawan sebagai admin dan penulis dari kisah diatas, mengucapkan banyak terimakasih kepada pembaca dan pengunjung setia blog. Terus dukung saya untuk tetap berkreasi dengan cerita menarik lainnya dan topik atau game yang seru lainnya. Dan saya minta maaf bila karya tulis saya belum sesuai dihati para pembaca, dan maaf juga bila banyak kesalahan-kesalahan dalam penulisan saya.
Happy satnight ….. :D



0 komentar: